Sebuah catatan kecil (2 tahun) perjalanan kami

“Berdasarkan novel-novel, kalau kita memiliki mimpi  tuliskan  mimpi itu dikertas dan tempelkan di dahi seperti ini,” suara suami tiba-tiba terdengar memecah keheningan di rumah kecil kami di Hackett.

Beberapa detik kemudian, saya tertawa terpingkal-pingkal melihat sebuah kertas tertempel tepat di dahinya. Meski hanya berasal dari cerita novel, tampaknya alur cerita yang dengan cerdas dibawakan oleh penulis Buku 5 cm itu telah memberi inspirasi besar baginya.

“Kita buat saja buku impian, kalau kita punya mimpi maka gambarkan mimpi itu dibuku, dan mudah-mudahan dengan melihatnya kita bisa termotivasi untuk mencapainya, gimana?” ujarnya antusias.  Saya mengangguk sepakat.

Tidak lama setelah itu kami memutuskan untuk membeli buku sketsa kosong dan mulai menempeli buku impian kami dengan gambar tempat-tempat yang ingin kami kunjungi dan impian-impian besar kami di masa depan.  Semua tempat-tempat yang ingin kami datangi serta milestones yang ingin kami capai tertata rapi di dalam buku berukuran 30cmx20 cm itu.

Kalaupun mimpi itu tidak terwujud, setidaknya kami telah berani bermimpi. Kalaupun Allah berkehendak lain, setidaknya kami telah berani berencana. Dan tugas kami sejak 2 tahun yang lalu, saat ini, dan dimasa yang akan datang , adalah berjuang sekuat tenaga untuk mencapainya.

InsyaAllah. 🙂

dream book
Our dream book. “Hold fast to dreams For if dreams die Life is a broken-winged bird That cannot fly ( Langston Hughes)”.

8 dari 10

Oleh Medria Hardhienata

“Be happy, not because everything is good, but because you can see the good side of everything. (unknown)”

10.40 Ujian Matematika berlangsung

Satu persatu murid berseragam putih-biru yang mengikuti ujian matematika itu melangkahkan kaki menuju meja guru untuk mengumpulkan berkas ujian. Sesekali terlihat  langkah mereka terhenti, sekedar memeriksa kembali  nama mereka atau memastikan nomor siswa yang mereka cantumkan tidak tertukar dengan nomor siswa lain. Beberapa meter dari  sudut ruangan dari gedung tua itu, seorang murid  tampak sibuk berkutat dengan soal ujian, membolak-balikkan kertas,  memastikan tidak ada soal yang terlewat, dan kembali memeriksa apakah jawaban yang tertulis  di kertas putih itu sudah benar. Murid itu adalah saya 12 tahun yang lalu.

Continue reading “8 dari 10”

A piece of prayer

Sunset at Lake Burley Griffin

“Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkan-Nya  dan

dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu

dipercepat terkabulnya baginya di dunia,

disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat,

atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa.”

(HR. Ath-Thabrani)

 

Photo taken by insideourminds

Empat Perkara yang Membuat Manusia Bahagia

Illustration : Happy House :D!

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi mengenai ceramah yang di sampaikan oleh Ustad Ihsan waktu kami menghadiri acara syukuran rumah baru salah satu sahabat kami di Canberra. Senang rasanya mendengar bahwa salah satu sahabat kami kini memiliki rumah yang nyaman di jantung kota Australia. Semoga Allah memberkahi selalu rumah mereka. =)

Continue reading “Empat Perkara yang Membuat Manusia Bahagia”

Explore Fascinating Places Insideourminds

Tidak terasa kita sudah berada dipenghujung tahun 2012 :D! Sebenarnya ide untuk mengangkat tema khusus di website insideourminds ini sudah tercetus dari lama. Namun dikarenakan kesibukkan kami masing-masing (saya yang masih berkutat dengan riset dan suami yang kerja full-time) maka baru kali ini idenya dapat terealisasikan :D.

New traveling project: Explore fascinating places insideourminds

Sedikit flash back, website insideourminds didirikan sebagai media untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang ada dalam pikiran kami. Website ini tepatnya merupakan kolaborasi  antara nurulishlah.com dan medriamatt.com.  Nah dikarenakan sebelumnya konten website ini bersifat random, kali ini kami akan mengangkat tema khusus “Explore fascinating places Insideourminds”. Melalui tema ini, beberapa postingan kedepan akan menampilkan travel journey kami. Semoga informasi yang kami sajikan bermanfaat bagi teman2 yang akan mampir ke negeri kangguru kelak.

Well, let’s begin then! 🙂

List of some places that we have explored:

#2 Explore Questacon:The National Science and Technology Centre

 

Science never solves a problem without creating ten more. George Bernard Shaw

Rute perjalanan kami yang kedua adalah menuju pusat ilmu pengetahuan dan teknologi, Questacon. 😀

Questacon Building (front-side)

Pusat IPTEK yang berlokasi di King Edward Terrace, Canberra, ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi  melalui pengalaman yang menyenangkan, interaktif, dan relevan. Untuk menjembatani maksud tersebut,  pengajaran ilmu pengetahuan disampaikan melalui permainan dan atraksi yang menarik serta uji coba alat peraga ilmu pengetahuan  yang dapat dioperasikan secara langsung oleh pengunjung.

Continue reading “#2 Explore Questacon:The National Science and Technology Centre”

#1 Explore “Cockington Green Garden”

Cockington green gardens merupakan salah satu objek wisata di ibukota Australia yang berjarak sekitar 20.15 km dari domestic airport Canberra. Kawasan wisata ini dibuka untuk publik pada tahun 1979 dengan menampilkan bangunan-bangunan dan taman dengan ukuran mini untuk mereplika  pedesaan English yang pertama kali didirikan (original English Village). Taman wisata yang didirikan oleh Doug dan Brenda sarah ini  menggunakan skala  perbandingan  1/12 kali lebih kecil dari bangunan asli.

Cockington

 

Continue reading “#1 Explore “Cockington Green Garden””

Can’t download pdf files from FireFox

If you try to click a link to download a pdf file and all you got is a blank page in a new tab, this is what I’ve done to solve the problem:

Go to Tools>Add-ons>Plugins>Click Disable>Click Able.

Done! The above steps worked for me, hope it works for you too.  🙂

 

Writing Camp with Asma Nadia (Canberra, Sept 30th 2012)

with one of the most inspiring writers, Mbak Asma Nadia (left)
2 AM, 4 hours after we went back from the Writing Camp

Alhamdulillah, hari ini kami (saya dan suami yang kebetulan panitia) mendapat kesempatan berharga untuk bertemu Mbak Asma Nadia dalam acara Writing Camp yang diadakan di Carotel Motel. Motel ini kebetulan terletak dekat dengan kediaman kami di Hackett dan berada kurang lebih 20 hektar di sudut Aspinall & Zelling Street, Watson.  Mbak Asma Nadia adalah penulis Indonesia yang saya kenal melalui karyanya yang menjadi best seller National “Sakinah Bersamamu”. Salah satu buku inspiratif yang diperkenalkan pertama kali oleh suami saat kami  mencari novel  di salah satu toko buku di Bogor. Buku itu  alhamdulillah telah menjadi novel pendamping setia saya di sela-sela kesibukan mengerjakan penelitian sejak 1 tahun silam. Continue reading “Writing Camp with Asma Nadia (Canberra, Sept 30th 2012)”

Ketika Surgaku Berpindah (Part:How we met)

Ketika surgaku berpindah

[dropcap style=”2″ size=”3″]R[/dropcap]uas-ruas jalan yang ramai itu masih lekat dalam benakku hingga kini. Hingar bingar cahaya lampu yang terpancar dari kendaraan yang melintasi jalan ibu kota itu tampak berpendar menyambut senja. Rasio kendaraan dan ukuran jalan yang tidak sepadan membuat laju kendaraan mobil  yang kami tumpangi tidak lebih cepat dari arus pejalan kaki yang melintas di bahu jalan. Siapa tidak kenal Jakarta pikirku.  Pemandangan khas yang sudah melekat dalam masyarakat dan membuatku tidak lagi tercengang.  Tidak pernah terlintas dalam benak saat itu bahwa berpuluh-puluh kilometer dari tempat kami berada, sahabat baikku sedang menjalankan sebuah misi yang kini kusadari telah membawa perubahan besar dalam hidup.

*** Continue reading “Ketika Surgaku Berpindah (Part:How we met)”